Ada hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah saw ketika didatangi olah seseorang yang meminta harta beliau, beliau tidak memberinya dengan harta, namun memberinya dengan sebuah kapak dan menyuruhnya untuk bekerja dengan kapak tersebut.
Kemudian, ada orang yang menggunakan dalil tersebut untuk
tidak mau memberikan hartanya kepada fakir miskin dalam bentuk uang dengan
dalih bahwa nabi saw tidak memberikan harta, beliau memberikan perintah agar
yang fakir miskin agar giat bekerja.
Ada juga hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah saw
menganjurkan kita memperbanyak bersedekah. Rasulullah saw juga
mengajarkan kepada umatnya menjadi pribadi yang dermawan.
Kemudian, ada orang yang menggunakan dalil tersebut untuk menuntut
agar orang-orang kaya mengelurakan hartanya kepada mereka karena mereka
adalah ‘para mustahik’. Membenarkan prilaku minta-minta karena merasa
bahwa mereka perlu disantuni.
Dua kasus tersebut adalah contoh kekeliruan dalam memandang
sebuah dalil. Ia memandang dalil dari preskpektif yang salah. Padahal dalil Rasulullah saw memberikan kapak lebih tepat dilihat dari sudut pandang orang
yang fakir/miskin yang kurang giat dalam mencari nafkah dan hanya berharap
uluran bantuan dari orang lain. Sedangkan dalil memperbanyak bersedekah lebih
tepat dilihat dari sudut pandang orang yang sedang diberi harta yang melimpah
agar membagikan sedikit dari harta yang dititipkan Allah kepadanya.
Komentar
Posting Komentar