Langsung ke konten utama

PRESPEKTIF DALAM BERDALIL

     Ada hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah saw ketika didatangi olah seseorang yang meminta harta beliau, beliau tidak memberinya dengan harta, namun memberinya dengan sebuah kapak dan menyuruhnya untuk bekerja dengan kapak tersebut.

    Kemudian, ada orang yang menggunakan dalil tersebut untuk tidak mau memberikan hartanya kepada fakir miskin dalam bentuk uang dengan dalih bahwa nabi saw tidak memberikan harta, beliau memberikan perintah agar yang fakir miskin agar giat bekerja.

    Ada juga hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah saw menganjurkan kita memperbanyak bersedekah. Rasulullah saw juga mengajarkan kepada umatnya menjadi pribadi yang dermawan.

    Kemudian, ada orang yang menggunakan dalil tersebut untuk menuntut agar orang-orang kaya mengelurakan hartanya kepada mereka karena mereka adalah ‘para mustahik’. Membenarkan prilaku minta-minta karena merasa bahwa mereka perlu disantuni.

    Dua kasus tersebut adalah contoh kekeliruan dalam memandang sebuah dalil. Ia memandang dalil dari preskpektif yang salah. Padahal dalil Rasulullah saw memberikan kapak lebih tepat dilihat dari sudut pandang orang yang fakir/miskin yang kurang giat dalam mencari nafkah dan hanya berharap uluran bantuan dari orang lain. Sedangkan dalil memperbanyak bersedekah lebih tepat dilihat dari sudut pandang orang yang sedang diberi harta yang melimpah agar membagikan sedikit dari harta yang dititipkan Allah kepadanya.

Komentar