Langsung ke konten utama

PRESPEKTIF DALAM BERDALIL

     Ada hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah saw ketika didatangi olah seseorang yang meminta harta beliau, beliau tidak memberinya dengan harta, namun memberinya dengan sebuah kapak dan menyuruhnya untuk bekerja dengan kapak tersebut.

    Kemudian, ada orang yang menggunakan dalil tersebut untuk tidak mau memberikan hartanya kepada fakir miskin dalam bentuk uang dengan dalih bahwa nabi saw tidak memberikan harta, beliau memberikan perintah agar yang fakir miskin agar giat bekerja.

    Ada juga hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah saw menganjurkan kita memperbanyak bersedekah. Rasulullah saw juga mengajarkan kepada umatnya menjadi pribadi yang dermawan.

    Kemudian, ada orang yang menggunakan dalil tersebut untuk menuntut agar orang-orang kaya mengelurakan hartanya kepada mereka karena mereka adalah ‘para mustahik’. Membenarkan prilaku minta-minta karena merasa bahwa mereka perlu disantuni.

    Dua kasus tersebut adalah contoh kekeliruan dalam memandang sebuah dalil. Ia memandang dalil dari preskpektif yang salah. Padahal dalil Rasulullah saw memberikan kapak lebih tepat dilihat dari sudut pandang orang yang fakir/miskin yang kurang giat dalam mencari nafkah dan hanya berharap uluran bantuan dari orang lain. Sedangkan dalil memperbanyak bersedekah lebih tepat dilihat dari sudut pandang orang yang sedang diberi harta yang melimpah agar membagikan sedikit dari harta yang dititipkan Allah kepadanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa

Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa      Dalam metodelogi sejarah, Tajj Ad-Diin As-Subki memberikan salah satu sifat yang menjadi syarat kepada seseorang yang layak dianggap sejarawan. Sifat itu adalah Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa artinya tidak dikuasai oleh hawa nafsu.      Alamak, kayaknya selain ujian kampus, hari-hari ini kita juga sedang di uji dengan hawa nafsu kita masing-masing. Speak-up terkait kondisi Mesir akhir-akhir ini sepertinya sangat menarik. Tapi untuk apa saya menulis? Untuk apa saya mengomentari postingan saudara saya dan membantahnya? bahkan sepertinya saya menjatuhkan mertabatnya…       Jadi ingat ucap Ustadz Baba Feylian beberapa waktu lalu ketika ditanya apa yang dibutuhkan oleh para lulusan Al-Azhar? Beliau menjawab : ”Tazkiyatun Nafs”.      Bukan, saya tidak sedang membatasi pergolakan pemikiran yang terjadi, teruskan! Itu bagus sekaliii, ASELII… namun saya ingin mengingatkan diri saya sendiri bahwa jangan sampai ...

Akan Kita Apakan Ramadhan 2019?

Manusia hakikatnya memiliki 2 unsur dalam dirinya. Yaitu Jasad dan Ruh. Jasad manusia diciptakan dari tanah.  (وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ) "Dan sungguh telah kami ciptakan manusia dari tanah liat yang kering dari lumpur hitam yang dibentuk" [Surat Al-Hijr 26] Dan itulah, manusia tak bisa lepas dengan tanah. Segala hal semua berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Maka apa yang di sombongkan? toh kita dari satu unsur yang sama, Tanah. Namun, Seindah-indahnya jasad yang dikaruniakan Allah Swt. tak akan berarti tanpa adanya ruh. Jasad dianggap hidup karena dia memiliki ruh. Sebagus-bagusnya jasad seseorang. Ketika ruh telah tiada dalam jasadnya. Maka ia akan di jauhi, ia akan cepat-cepat di asingkan dari kehidupan, Dikubur. Semewah-mewahnya kasur tempat ia tidur. Ketika ruh telah tak ada dalam jasadnya. Maka tanahlah alas tidurnya. Maka kita mengetahui betapa ruh begitu memiliki arti penting dalam diri i...

Jabatan via whatsapp

Di era digital ini semua sangat mempengaruhi kehidupan. Hal yang rumit menjadi lebih mudah. Hal yang lama menjadi cepat. Itulah keuntungan dari kemajuan teknologi yang biasa kita dengar dengan istilah era 4.0. Namun, ada hal yang membuat saya heran dengan fenomena kemajuan teknologi ini. Beberapa waktu lalu saya mendapat pengalaman yang mungkin menarik untuk saya bagikan. Saya menyebut nya dengan istilah 'Jabatan via Whatapp'. Jadi, kemudahan teknologi dalam mengurus urusan manusia tidak hanya dalam urusan kecil. Namun, mungkin bisa mempengaruhi hal-hal keorganisasian. Tapi, dari situ kita bisa melihat seberapa besar kualitas suatu organisasi tersebut. Nah, dalam dunia per'chat'an kita sering melihat ada orang-orang yang begitu aktif di chat(actif reader). Ada juga orang-orang yang kadang-kadang aktif, ada juga yang tidak aktif(silent reader). Saya punya temen satu grup yang tergolong aktif ngomong di grup. Ada pembicaraan dikit dia paling d...