Langsung ke konten utama

Kasih sayang



Hasil gambar untuk hati

          14 januari.Ciee.Katanya hari ini hari kasih sayang ya?.bahasa kerennya valentine's day. Kebanyakan dari mereka yang merayakan adalah Remaja,meraka biasanya saling tukar kado,ngasih coklat,hari itu bagai diwarnain serba pink.dan lainnya deh. TAPI !! Itu semua di rayain dengan siapa biasanya? Sebagian besar dengan pasangannya.dari bangun tidur sampe tidurnya mereka habis in bersama.(ngerti maksudnya??). Yaa memang itu fakta besarnya.sebetulnya itu bukan hari kasih sayang tapi bisa di sebut (sorry) hari perzinaan.

       ABG indonesia sendiri yang sebagian besarnya beragama islam juga ikut ngerayain hari kotor itu.padahal mereka itu cuma ikut ikutan supaya sama kayak orang-orang di sekitarnya.mereka gak ingin di katain 'kudet,cupu,alim'.mereka gak tau asal muasal hari valentine yang gak jelas tersebut.mereka lebih banyak berkiblat ke dunia barat.bangsa non muslim.

Rasulullah saw. Bersabda :

"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum,maka ia termasuk golongan mereka"(H.R abu daud & tirmidzi).

       Nah,sekarang kita tinggal milih mana kaum yang cocok buat kita,so pasti cocok dunia wal akhirat.
       Menurut gue sih.Masalah sebenarnya sih.ada pada kudetnya remaja2 saat ini.dalam arti kudet ilmu. kalo kita-kita update dengan ilmu-ilmu baru/haus ilmu,apalagi ilmu agama.gue jamin nih bangsa bakal maju,sejahtera,aman,sentaosa.
         Coba kita pikirkan.selama ini kita udah se kasih sayang apa sama Allah Swt? Udah deket banget belum sama dia.Kasih sayang apa yang sudah kita berikan kepada ia.kita ingat betapa ialah yang lebih sayang kepada hamba-hambanya.Nafas,nadi dan iman ini adalah bukti dari besarnya kasih sayangnya.mengapa kita udah berani mengkasih sayangi yang lain sebelum dia.naudzubillah..
       
          Kasih sayang antar saudara sih gak masalah.tapi jangan melebihi yang diatas.Pertanyaan gue sih,kenapa harus ada hari kasih sayang? Apakah selain itu kita tidak kasih sayang diantara(saudara muhrim) kita? Sama aja toh.

Rasulullah saw. bersabda :

"Janganlah kamu saling membenci,saling berdengki,saling berpaling dan jadilah kamu sebagai hamba Allah yang bersaudara...(HR. Muslim)


Dan juga

"Perumpamaan seorang mukmin dalam hal kecintaan,kasih sayang dan belas kasijan,laksana sebuah tubuh.jika salah satu anggota sakit maka akan menjalankan (rasa sakit itu) di seluruh tubuh sehingga tidak bisa tidur dan panas" (HR. Bukhari & Muslim)

         Nah udah tau kan gimana kasih sayang antara seorang muslim dengan saudaranya.gak usah nunggu hari valentine.kita praktekkan di keseharian kita udah indah banget.

Wassalamu'alaikum wr.wb sob..
     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa

Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa      Dalam metodelogi sejarah, Tajj Ad-Diin As-Subki memberikan salah satu sifat yang menjadi syarat kepada seseorang yang layak dianggap sejarawan. Sifat itu adalah Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa artinya tidak dikuasai oleh hawa nafsu.      Alamak, kayaknya selain ujian kampus, hari-hari ini kita juga sedang di uji dengan hawa nafsu kita masing-masing. Speak-up terkait kondisi Mesir akhir-akhir ini sepertinya sangat menarik. Tapi untuk apa saya menulis? Untuk apa saya mengomentari postingan saudara saya dan membantahnya? bahkan sepertinya saya menjatuhkan mertabatnya…       Jadi ingat ucap Ustadz Baba Feylian beberapa waktu lalu ketika ditanya apa yang dibutuhkan oleh para lulusan Al-Azhar? Beliau menjawab : ”Tazkiyatun Nafs”.      Bukan, saya tidak sedang membatasi pergolakan pemikiran yang terjadi, teruskan! Itu bagus sekaliii, ASELII… namun saya ingin mengingatkan diri saya sendiri bahwa jangan sampai ...

Akan Kita Apakan Ramadhan 2019?

Manusia hakikatnya memiliki 2 unsur dalam dirinya. Yaitu Jasad dan Ruh. Jasad manusia diciptakan dari tanah.  (وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ) "Dan sungguh telah kami ciptakan manusia dari tanah liat yang kering dari lumpur hitam yang dibentuk" [Surat Al-Hijr 26] Dan itulah, manusia tak bisa lepas dengan tanah. Segala hal semua berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Maka apa yang di sombongkan? toh kita dari satu unsur yang sama, Tanah. Namun, Seindah-indahnya jasad yang dikaruniakan Allah Swt. tak akan berarti tanpa adanya ruh. Jasad dianggap hidup karena dia memiliki ruh. Sebagus-bagusnya jasad seseorang. Ketika ruh telah tiada dalam jasadnya. Maka ia akan di jauhi, ia akan cepat-cepat di asingkan dari kehidupan, Dikubur. Semewah-mewahnya kasur tempat ia tidur. Ketika ruh telah tak ada dalam jasadnya. Maka tanahlah alas tidurnya. Maka kita mengetahui betapa ruh begitu memiliki arti penting dalam diri i...

Aku.

Akhir-akhir ini merasa sedih dan bingung, berfikir tentang hakikat yang membuat diri ini merasa bukan apa-apa. Dua hal yang menjadi dasar dalam hidup yang ternyata akupun belum memahami hakikat kata itu. Terngiang ucapan salah satu ustadz bahwa “jika seorang ibn athoillah as sakandari adalah orang yang mengenal tuhannya. Maka siapa kita?” Ternyata aku bukan siapa-siapa. Ya Allah, maafkan hambamu yang belum mengenalmu, padahal engkau tak penah berhenti memberikan rahmatmu kepadaku. Padahal engkau penciptaku, rajaku dan tuhanku. Maka ampuni aku ya Allah. Ya Baginda Rasulullah, Maafkan aku umatmu yang juga belum mengenalmu. Padahal engkau adalah Uswatun Hasanah bagi seluruh umat manusia. Sholawat serta salam atasmu wahai kahirul khulqi. Ya Allah, izinkan aku mengenal-Mu dan Rasul-Mu, maka mudahkanlah urusanku untuk itu.