
Surakarta (An-najah.net) – Kondisi politik
Timur Tengah semakin memanas, api peperangan
Syi’ah Vs Islam semakin berkobar. Jika dulu Arab Saudi tidak pedui dengan jihad
yang dilakukan oleh mujahidin Suriah terhadap rezim Syi’ah Nusahariyyah Basyar
Asad, namun sekarang negeri Petro Dollar tersebut dengan berangnya memimpin
langsung serangan terhadap negara Yaman yang telah dikuasai Syi’ah Hautsi
dukungan Syi’ah Rafidha Iran. Lalu bagaimanakah dengan kondisi Syi’ah di
Indonesia? Itulah yang disampaikan oleh Ustad Mas’ud Izzul Mujahid dalam acara
“Kajian Ilmiah Dan Bedah Majalah An-Najah yang dilaksanakan di Masjid Jami’ MUI
Solo, Ahad, 5 April kemarin.
Ustad yang merupakan pimpinan redakdur Majalah Islam
An-Najah ini mengatakan bahwa akar permsuhan Syi’ah terhadap Islam adalah
adanya dendam idiologi dan dendam politik. Syi’ah yang menganggap dirinya
sebagai pewaris kerajaan persia raya merasa sakit hati karena kekuasaan dan
agama mereka telah dihancurkan oleh Islam, sehingga mereka berusaha untuk
mengembalikan apa yang telah hilang dari tangan mereka.
Untuk meraih mimpi besar mereka tersebut,
setidak-tidaknya mereka membuat enam makar untuk menghancurkan kaum muslim
berikut ajarannya.
Pertama, Menciptakan Konsep Washi Dan Imamah. Yaitu
mereka megklaim bahwa setiap Nabi ada orang yang diwasiatkan sebagai
penggantinya. Ajaran warisan Abdullah bin Saba’ ini meyakini bahwa Ali bin Abi
Thalib –lah yang menjadi washi, sekaligus imam sebagai pengganti Rasululah `
yang sah. Selain Ali, maka tidak sah.
Keua, Mengamputasi Sanad Pertama Dalam Islam. Maksudnya mereka
mengkafirkan para sahabat Rasulullah ` dan menganggap mereka adalah orang-orang
yang telah murtad. Konsekuensi logisnyanya adalah, seluruh ilmu yang
diriwayatkan sari sahabat-sahabat Rasululllah ` dengan sendirinya tertolak.
Karena ilmu-ilmu tersebut diriwayatkan oleh orang-orang kafir, sedangkan orang
kafir tidak sah periwayatannya.
Ketiga, Membuat
Konsep Cinta Ahlu Bait (Keluarga) Rasulullah Yang Ekstrim. Mereka
berlebih-lebihan dalam menghormati ahlu bait, namun ahlu bait yang mereka
maksud adalah ahlu bait fersi Syi’ah. Mereka menipu manusia dengan mencintai
ahlu bait dan menamakan diri sebagai pengikut madzhab ahlu bait. Seakan-akan mereka adalah pembela dan pengikut setia
ahlu bait Rasulullah `. padahal, dalam sejarah mereka selalu memusuhi ahlu
bait, dan ahlu baitpun melakat mereka.
Keempat, Membenturkan
Sahabat-Sahabat Rasulullah Dengan Ahlu Bait. Mereka membesar-besarkan perbedaan
pendapat sahabat-sahabat Rasulullah ` dengan ahlu bait. Misalnya tentang tanah
Fadak. Atau menciptakan riwayat-riwayat yang meyakinkan manusia, seakan-akan
antara ahlu bait dan para ashabat terdapat permusuhan. Para sahabat digambarkan
sebagai sosok-sosok yang membenci keluarga rauslullah ` . padahal mereka saling
menghormati dan mencintai.
Kelima, Mengarang Hadits Dan Sejarah Palsu. Syi’ah
mengarang hadits dan cerita palsu dengan tujuan agar orang membenci Islam dan
umatnya. Bahkan membenci para Nabi dan Malaikat.
Keenam, Menjagokan Iran Dan Hizbullah. Hal tersbut
dilakukan agar manusia tertipu, seolah-olah mereka adalah pahlawan dan simbol
anti kedzaliman yang paling berani melawan Amerika dan Israel. Padahal Iran dan
Hizbullah telah banyak membantai para ulama dan kaum muslimin. seperti
pembantaian Kamp Yarmouk oleh Hizbullah, pembantaian Ahwaz di Iran, pembantaian
kaum muslimin suriah oleh koalisi syi’ah serta pembantai kaum muslimin Yaman
oleh Syi’ah Hautsi.
Di akhir penyampaiannya, da’i muda ini mengingatkan
bahwa, besar kemungkinan suatu saat nanti Syi’ah di indonesia akan melakukan
rovolusi untuk merebut kekuasaan. Hal itu dikarenakan keyakinannya bahwa tidak
ada yang berhak memimpin mereka selain para Imam Syiah. (Ahsan/annajah)
Komentar
Posting Komentar