Langsung ke konten utama

Filosofi bunga mawar

Hasil gambar untuk mawar




           mawar dengan keindahannya,yang menyejukan hati,yang membuat tenang yang melihatnya,bunga yang menjadi simbol kecintaan ini merupakan hadiah dari Allah SWT,yang mana semua dari ciptaanya memiliki makna tersendiri.pembaca rahimakumullah,ada baiknya di kesempatan kita kali ini kita belajar dari sebuah tanaman mawar.

           1.Dalam keindahannya mawar.Batang mawar memiliki duri yang tajam.namun tanpa duri yang tajam itu,tumbuhan mawar tak akan memiliki bunga yang indah.
              Duri ibaratkan ujian dari Allah SWT.yang mana ujian itu harus dilewati.walaupun menyakitkan itu merupakan ujian sebelum meraih sebuah kebahagian yang indah,

          2.Tumbuhan mawar memiliki cabang untuk terus tumbuh menjulang tinggi,untuk terus menghasilkan keindahan yang lebih baik.menjadi bunga yang membuat penglihatnya merasa kagum padanya.dan untuk tumbuh bercabang,batang harus memiliki duri sebelum menghasilkan bunga yang indah
            Cabang bagaikan keinginan-keinginan yang lain yang ingin kita raih,untuk menjadi pribadi yang dikagumi dan bermanfaat bagi orng lain.namun sebelum mendapatkanya kita harus melewati ujian agar mendapatkan hasil yang kita inginkan.

          3.Seorang yang memiliki tumbuhan mawar,yang merawatnya dari kecil harus istiqomah untuk selalu merawatnya,menyiraminya tiap hari.Walaupun awalnya bunga belum terlihat.namun pemilik harus percaya bahwa bunga itu akan tumbuh di kemudian hari
            seseorang yang memiliki suatu keinginan harus percaya bahwa apa yang ia cita-citakan akan terwujud di kemudian hari.walaupun hasil dari jerih payahnya belum menuai hasil pada saat itu,
             

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa

Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa      Dalam metodelogi sejarah, Tajj Ad-Diin As-Subki memberikan salah satu sifat yang menjadi syarat kepada seseorang yang layak dianggap sejarawan. Sifat itu adalah Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa artinya tidak dikuasai oleh hawa nafsu.      Alamak, kayaknya selain ujian kampus, hari-hari ini kita juga sedang di uji dengan hawa nafsu kita masing-masing. Speak-up terkait kondisi Mesir akhir-akhir ini sepertinya sangat menarik. Tapi untuk apa saya menulis? Untuk apa saya mengomentari postingan saudara saya dan membantahnya? bahkan sepertinya saya menjatuhkan mertabatnya…       Jadi ingat ucap Ustadz Baba Feylian beberapa waktu lalu ketika ditanya apa yang dibutuhkan oleh para lulusan Al-Azhar? Beliau menjawab : ”Tazkiyatun Nafs”.      Bukan, saya tidak sedang membatasi pergolakan pemikiran yang terjadi, teruskan! Itu bagus sekaliii, ASELII… namun saya ingin mengingatkan diri saya sendiri bahwa jangan sampai ...

Akan Kita Apakan Ramadhan 2019?

Manusia hakikatnya memiliki 2 unsur dalam dirinya. Yaitu Jasad dan Ruh. Jasad manusia diciptakan dari tanah.  (وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ) "Dan sungguh telah kami ciptakan manusia dari tanah liat yang kering dari lumpur hitam yang dibentuk" [Surat Al-Hijr 26] Dan itulah, manusia tak bisa lepas dengan tanah. Segala hal semua berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Maka apa yang di sombongkan? toh kita dari satu unsur yang sama, Tanah. Namun, Seindah-indahnya jasad yang dikaruniakan Allah Swt. tak akan berarti tanpa adanya ruh. Jasad dianggap hidup karena dia memiliki ruh. Sebagus-bagusnya jasad seseorang. Ketika ruh telah tiada dalam jasadnya. Maka ia akan di jauhi, ia akan cepat-cepat di asingkan dari kehidupan, Dikubur. Semewah-mewahnya kasur tempat ia tidur. Ketika ruh telah tak ada dalam jasadnya. Maka tanahlah alas tidurnya. Maka kita mengetahui betapa ruh begitu memiliki arti penting dalam diri i...

Aku.

Akhir-akhir ini merasa sedih dan bingung, berfikir tentang hakikat yang membuat diri ini merasa bukan apa-apa. Dua hal yang menjadi dasar dalam hidup yang ternyata akupun belum memahami hakikat kata itu. Terngiang ucapan salah satu ustadz bahwa “jika seorang ibn athoillah as sakandari adalah orang yang mengenal tuhannya. Maka siapa kita?” Ternyata aku bukan siapa-siapa. Ya Allah, maafkan hambamu yang belum mengenalmu, padahal engkau tak penah berhenti memberikan rahmatmu kepadaku. Padahal engkau penciptaku, rajaku dan tuhanku. Maka ampuni aku ya Allah. Ya Baginda Rasulullah, Maafkan aku umatmu yang juga belum mengenalmu. Padahal engkau adalah Uswatun Hasanah bagi seluruh umat manusia. Sholawat serta salam atasmu wahai kahirul khulqi. Ya Allah, izinkan aku mengenal-Mu dan Rasul-Mu, maka mudahkanlah urusanku untuk itu.