Langsung ke konten utama

Maknailah!



Hemm... judulnya agak kontradiktif ya, hehe. Tapi saya ingin membahas ini. mengapa? kehidupan harian yang saya jalani, aktifitas harian saya, entah di dunia nyata atau di dunia maya. saya sering berinteraksi dengan orang-orang yang malas untuk berfikir lebih dalam tentang sebuah makna yang terkandung dalam hal-hal keseharian mereka.

saya lebih suka membahas ini dalam hal komunikasi ataulah pembahasaan dalam berkomunikasi. saya adalah orang yang suka membuat makna dalam hal apapun. entah seni, tulisan, acara, karya, dsb. sehingga sering kali orang yang menyaksikan apa yang saya hasilkan hanya berfikir sebatas apa yang ia lihat, tak melihat apa makna yang ia lihat. kenapa? karena mungkin ada beberapa hal. pertama adalah memang hasil karya itu sulit untuk dimaknai. kedua adalah ia benci dengan hal itu. ketiga adalah karena manusia yang telah terbentuk untuk malas berfikir lebih dalam(dangkal). pertanyaannya adalah? kalau orang semacam ini ada. bagaimana ia menjalani hidupnya? apa ia mampu untuk memaknai kehidupannya sendiri? wong, hal yang lebih sepele ia malas memikirkannya.

saya ambil contoh begini. kawan sekalian perlu mengetahui, saya orang yang sering mengikuti berita yang beredar, yaah anda tau lah.. berita lebih banyak memuat hal-hal politik. Nah, dalam hal politik anda akan melihat betapa pentingnya memikirkan makna dalm setiap kata yang orang ucapkan. tentu ini berlaku dalam hal-hal keseharian yang lainnya.

hal yang lain adalah. kita umat yang taat terhadap agama. hal ini adalah hal yang begitu amat penting perlu diperhatikan oleh setiap kita. Allah Swt telah memberikan kita petunjuk berupa Al Quran sebagai huda linnas, Petunjuk untuk manusia. maka tak ada alasan lain bagi kita untuk memaknai setiap kata dalam Al Quran. masalah yang terjadi saat ini adalah. tak banyak dari kita yang mau membaca Al Quran. membaca saja tidak mau, apa lagi memaknai/mentadaburri. bagaimana islam akan jaya jikalau kondisi ini dipertahankan. kita perlu berubah! tentu masalah ini akan panjang jikalau akan kita bahas.

Kawan, jikalau kita adalah orang yang baik yang bertekad memperbaiki kondisi yang ada. maka marilah untuk belajar memahami makna yang ada dalam keseharian kita.

Maknailah, niscaya hidup akan lebih bermakna -JR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa

Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa      Dalam metodelogi sejarah, Tajj Ad-Diin As-Subki memberikan salah satu sifat yang menjadi syarat kepada seseorang yang layak dianggap sejarawan. Sifat itu adalah Laa Yaghlibuhu Al-Hawaa artinya tidak dikuasai oleh hawa nafsu.      Alamak, kayaknya selain ujian kampus, hari-hari ini kita juga sedang di uji dengan hawa nafsu kita masing-masing. Speak-up terkait kondisi Mesir akhir-akhir ini sepertinya sangat menarik. Tapi untuk apa saya menulis? Untuk apa saya mengomentari postingan saudara saya dan membantahnya? bahkan sepertinya saya menjatuhkan mertabatnya…       Jadi ingat ucap Ustadz Baba Feylian beberapa waktu lalu ketika ditanya apa yang dibutuhkan oleh para lulusan Al-Azhar? Beliau menjawab : ”Tazkiyatun Nafs”.      Bukan, saya tidak sedang membatasi pergolakan pemikiran yang terjadi, teruskan! Itu bagus sekaliii, ASELII… namun saya ingin mengingatkan diri saya sendiri bahwa jangan sampai ...

Akan Kita Apakan Ramadhan 2019?

Manusia hakikatnya memiliki 2 unsur dalam dirinya. Yaitu Jasad dan Ruh. Jasad manusia diciptakan dari tanah.  (وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ) "Dan sungguh telah kami ciptakan manusia dari tanah liat yang kering dari lumpur hitam yang dibentuk" [Surat Al-Hijr 26] Dan itulah, manusia tak bisa lepas dengan tanah. Segala hal semua berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Maka apa yang di sombongkan? toh kita dari satu unsur yang sama, Tanah. Namun, Seindah-indahnya jasad yang dikaruniakan Allah Swt. tak akan berarti tanpa adanya ruh. Jasad dianggap hidup karena dia memiliki ruh. Sebagus-bagusnya jasad seseorang. Ketika ruh telah tiada dalam jasadnya. Maka ia akan di jauhi, ia akan cepat-cepat di asingkan dari kehidupan, Dikubur. Semewah-mewahnya kasur tempat ia tidur. Ketika ruh telah tak ada dalam jasadnya. Maka tanahlah alas tidurnya. Maka kita mengetahui betapa ruh begitu memiliki arti penting dalam diri i...

Aku.

Akhir-akhir ini merasa sedih dan bingung, berfikir tentang hakikat yang membuat diri ini merasa bukan apa-apa. Dua hal yang menjadi dasar dalam hidup yang ternyata akupun belum memahami hakikat kata itu. Terngiang ucapan salah satu ustadz bahwa “jika seorang ibn athoillah as sakandari adalah orang yang mengenal tuhannya. Maka siapa kita?” Ternyata aku bukan siapa-siapa. Ya Allah, maafkan hambamu yang belum mengenalmu, padahal engkau tak penah berhenti memberikan rahmatmu kepadaku. Padahal engkau penciptaku, rajaku dan tuhanku. Maka ampuni aku ya Allah. Ya Baginda Rasulullah, Maafkan aku umatmu yang juga belum mengenalmu. Padahal engkau adalah Uswatun Hasanah bagi seluruh umat manusia. Sholawat serta salam atasmu wahai kahirul khulqi. Ya Allah, izinkan aku mengenal-Mu dan Rasul-Mu, maka mudahkanlah urusanku untuk itu.